LIFE

Kehilangan


Oke mungkin judul diatas terlihat menyedihkan. Tapi gak segitunya kok sebenernya.

Bingung mau nulis apa yang seru, jadi pilih the hottest and newest topic yang terjadi belum lama ini (tanggal 9 Agustus 2015). Pastinya topik ini diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh penulis dong yaa. Bukan dialami oleh adik penulis, mama penulis, papa penulis, teman penulis, dosen penulis.. (stop, makin ngawur hahaha).

Pada suau hari Minggu pagi yang cerah, gw sebagai umat Kristiani yang percaya dan berkeinginan untuk worshiping God tiap hari Minggu pastinya gw ke gereja. Dan ke gereja bersama pacar. What? Pacar? Kaget? Sama gw jg kaget sekarang gw punya pacar nihhh masbro mbaksis hahahaha ! Setelah galau pasca putus sama si brengki berinisial L dan berakhiran O bulan Oktober 2014, akhirnya atas rahmat Allah Bapa di Surga (cielah), gw dipersatukan sebagai pacar dengan si doi pada tanggal 5 Juli 2015 (pls dicatat dan dicongrats-in tiap bulan/tahun ya hahaha, untuk kisah lengkapnya bersama si doi silahkan hubungi penulis langsung). Orang ini berinisial V, kita sebut saja Mr. V – oke ini rada aneh seperti menginisialkan organ tubuh seorang wanita.

Setelah ibadah hari Minggu di gereja, siangnya gw dan Mr. V pergi makan ke daerah bekasi (ini baru pertama kali diriku memasuki daerah bekasi dan cuma sebentar, masih belum bisa menulis review seperti apa bekasi, tapi yang penting jauh dari ibu kota tercinta dan tidak begitu memukau, kalau ada yang memukau tolong beritahu saya). Mengapa bekasi? Karena Mr. V adalah warga Bekasi sejati (bisa dicek KTP nya), mau gak mau gw main juga kedaerah nya yang jauh itu dan terkenal dengan label ‘Planet’. Setelah makan di salah satu restoran khas Jawa Barat – Sunda, gw dan Mr. V langsung menuju kerumahnya untuk siap-siap kondangan.

Kondangan? Ya betul kondangan yang emang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari.

Kondangan siapa? Mr. V punya kenalan atau sodara jauh (bisa dikatakan begitu karena Mr. V cuma pernah main basket bersama dengan mesranya sekali)

Kondangan dimana? Di BS, Kelapa Gading (nama tempat disamarkan, alih-alih pihak BS membaca dan tidak senang malah menuntut penulis hahaha, untuk mengetahui apa itu BS silahkan hubungi penulis langsung)

Jam berapa kondangan? Jam 7 malam.

Setelah mandi sore dan siap-siap dengan sangat cantiknya (dandan sendiri dan rambut di curly minta bantuan Mr. V), kita ber-empat langsung on the way ke BS. Hah ber-empat? Iya. Gw, Mr. V, dan emak and babenya Mr. V.

Sampai jam 7 malam, dan setelah parkir mobil di parkiran pastinya, bukan parkir di tengah jalan, gw memutuskan untuk bawa beberapa lembar tissue, lipstick, cash beberapa lembaran uang berwarna merah dan biru, dan KTP ke dalam clutch bag. 
HANDPHONE mana HANDPHONE?Oke tenang mbaksis masbro, maklum handphone gw batrenya cepet drop nihh, lagi asik-asik chat di group ChubOgraphy, eh tiba-tiba udah mati. Gw pikir daripada dibawa gak guna juga, clutch bag kecil, dan dipaksa masuk, malah nanti hp gw jadi kegencet layarnya. Jadi saya putuskan untuk meletakkan ‘Smartphone keluaran negari penghasil gingseng dan drama hitsnya’ saya ke dalam tas Charles and Keith bewarna hitam yang tadi buat pergi gereja. Tas Charles and Keithnyasaya tinggal di mobil jok tengah. Begitu sodara sodara.

Apa?? Ditinggal? Iya ditinggal begitu saja sedangkan gw dan yang lainnya masuk ke gedung.

Stupid? Oh sangat hahahaha.

Setelah kondangan, saat nya pulang karena lonceng jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Sinthiarella mesti pulang kerumah karena hari Senin (besok paginya) Sinthiarella akan mulai intern di PT. Abbott Indonesia daerah Depok. Nah pulang kondangannya cuma berdua antara gw dan Mr. V (sweet kan?)

Setelah 2 jam tidak memegang handphonetangan Sinthiarella merasa gatal dan ingin cepat-cepat update path. Tapi Tuhan berkata lain mbaksis masbro 🙁

Terjadi conversation seperti ini setelah pantat Sinthiarella dihempaskan duduk di bangku jok mobil siap-siap untuk pulang (bukan naik kereta kuda)

Sinthiarella: “beb ambilin tas ku dong di belakang, mau charge handphone.” (sambil napas engos-engosan pake heels11 cm, berdiri 2 jam, jalan dari gedung ke parkiran, mengelap keringat kelelahan)

Mr. V: “gak ada beb.” (menengok belakang, sambil membuka kunci stang)

Sinthiarella: “ada kokkk” (masih mengistirahatkan diri, belom nengok tapi curiga si Mr. V miopi nya makin parah)

Mr. V: “tunggu deh pintu kok ada yang gak kenceng” (keluar mobil, cek pintu satu-satu)

Sinthiarella: (gak sabar mau ambil tas sendiri ke jok belakang, nengok kebelakang gak ada, ikut keluar mobil, cari tas via pintu mobil tengah)

Mr. V dan gw kebingungan sama tuh tas yang gak ada. Awalnya gw dituduh sama Mr. V dibilangnya tas gw ketinggalan dirumahnya dan gw emang gak bawa. Gw keukeuh bilang kalo gw bawa tas karena masih chat dan masih pake hand lotion keluaran The Body Shop varian Satsuma (ini enak banget loh wanginya jeruk, fresh dan cocok untuk kulit tangan yang kering, harganya murah). Akhirnya dia juga teringat akan terciumnya hand lotiongw sebelum kondangan di mobil, yang tandanya memang gw bawa tas Charles and Keith gw itu (Tuh kan?!)

Di bukalah bagasi belakang oleh Mr. V, dia bilang kok gak kekunci. Gw tanya apa dia lupa ngunci. Dia bilang kalau dia udah kunci. Terus di cek bagian bagasi semua barang lengkap (tas Mr. V dan tas baju gw) gak ada yang kekurangan satupun. Paniklah kita. Gw kira Mr. V mau kerjain gw dengan umpetin tas gw. Tapi tidak ada tanda-tanda becanda dari mukanya. Ditelepon lah papanya Mr. V tentang kejadian ini. Kebetulan bokapnya Mr. V masih di dalam BS juga belom balik.

Dateng sekeluarganya lengkap dengan mamanya, tantenya, sepupu-sepupu, ponakannya, 2 tukang parkir (yang katanya keliling terus), dan 2 polisi. Setelah Mr. V analisa lebih lanjut, ternyata lobang kunci bagasi memang dirusak, dan tas gw diambil dari arah bagasi.

Untungnya KTP gw bawa kedalam clutch, SIM gw keluarin dirumah karena emang udah gak aktif nyetir mobil lagi, duit cash gw pegang di clutch. Jadi yang hilang itu, dompet berisi sedikit cash, kartu member belanja sebagai seorang wanita yang hobby shopping, Smart Card UPH, HP, charger-an, powerbank, majalah gogirl baru beli tadi siang dan baru baca asal lewat, charger-an buat di mobil, kacamata Tommy Hilfiger, tissue, mitu tissue basah, dettol hand sanitizer, loose powder Skin Food, sabun cuci muka jagoan gw yaitu Erha21, dan lain-lain yang gw sendiri mungkin sudah lupa ada apa aja. Total kerugian? Belum coba dihitung, yang pasti anggap saja amal, amal dimana sampe hilang semua hahaha.

Bingung kenapa tas gw muat segitu banyak? Hahaha itulah mengapa tas gw banyak yang jebol atau rusak karena keberatan isi. Apa sih tujuan gw cerita ini panjang lebar? Yang pasti bukan mau pamer, tapi yang pasti mau curhat atau mau sharing akan kebodohan gw meninggalkan barang berharga di mobil. Dan katanya enyak babe gw sih kalo orang kehilangan macem kecurian gitu, pasti dibalikkin berlipat ganda nantinya. Nah tapi mana nih, tetap gw tunggu lah lipat ganda itu wkwkwk. Dan tujuan pentingnya lagi adalah jika ada orang yang bertanya kenapa hp gw ilang dan susah dihubungi, gw bisa saja dengan mudahnya memberikan link blog ini ke orang tersebut. Jadi gw tidak perlu menceritakan hal yang sama berulang-ulang.

Lalu setelah mengurus surat kehilangan di kantor polisi terdekat, Mr. V anterin gw pulang kerumah pastinya sambil ngomongin hal ini dijalan. Sampai dirumah, gw dan Mr. V ngobrol sama ortu gw tentang kejadian ini. Si Mr. V dengan lebaynya bilang kalau ngobrol ama ortu gw tentang ini seperti ‘disidang’, padahal mah cuma ngobrol biasa, ortu gw bukan tipe yang marah-marah karena hal seperti ini. Mereka cukup open minded bilang ini sebagai pelajaran biar gak ninggalin barang berharga di mobil. – Okay mom and dad, I got it, at least belanjakan aku lagiiii hiks.

Pasca kehilangan, gw seperti ‘down to earth’ dan seperti sedang live-in (oke lebay). Benar-benar bukan gadget freaklagi, gak update and main socmed lagi, irit-irit karena mesti banyak yang dibelanjain nantinya. 
Kapan gw belanja lagi? Saat gw mendapat ‘lipat ganda’ itu. Hahaha gak denggg, lipat ganda nya gak tau kapan, jadi mesti belanja lagi setelah gw tidak sibuk intern.

Beginilah akhir kisah Sinthiarella setelah mengikuti pesta, bukan kehilangan salah satu sepatunya, tetapi kehilangan salah satu aset penting sehari-hari. Memang bener-bener mesti ‘direlakan’ sesuai namanya Hahahaha. 
The End.

creative wordpress theme

Taste
Price
Comfort

Comments (8)

  • Jadi menurut anda apakah anda memafkan pencurinya?

     
    Reply
  • Group ChubOgraphy ny kyny prlu diperjelas ya. Mengingat nma ny yg lmyn aneh. Hahahaha

     
    Reply
  • memaafkan dong, hahaha semoga orangnya yang ngambil cepet cepet tobat

     
    Reply
  • thanks for visiting my blog wkwkwk. emang gw perjelas biar pada gak bingung kalo itu suatu nama group

     
    Reply
  • Nice story ! I have a question, apa hikmah yang bisa diambil dari kejadian kehilangan yang baru saja menimpa anda ini ? I'm so sorry about your losing.. Cheers !!

     
    Reply
  • thanks anw, hikmah yang bisa saya ambil adalah tentu belajar menyayangi barang yang telah dimiliki untuk dijaga dan tidak sembarang meninggalkan di mobil, belajar kalau diluar sana dunia keras/ekonomi sulit, sehingga tingkat kriminalitas tinggi. Dan tetap sabar dengan terjadinya hal ini (cielah) hhahahaha

     
    Reply
  • Learn from the mistake. Everything is gonna be alright, hunnie! 🙂

     
    Reply
  • i hope so hahaha

     
    Reply

Write a comment

error: Konten diproteksi!!