LIFE

Kuliah oh Kuliah

Kalau ada yang bilang masa sekolah lebih enak daripada masa apapun such as kuliah dan kerja, gw akan menganggukkan kepala gw dengan cepat (10 anggukkan/sec hahaha lebay)  tanpa pikir panjang lebar sebagai tanda setuju. Ya emang bener sekolah paling enak (ini ngomong lagi posisi udah kuliah).

Kenapa sekolah lebih enak? Karena kita belajar dituntun dari 0 sampai bisa (atau sampai ngeles segala saking gak bisa atau kurang jelas ngikutin di sekolah huahahha), buku tersedia, pelajaran yang di dapet temen sekelas sama kita sama dengan jam yang sama, bahan ulangan/ujian kalau ada yang melenceng dan belom diajarin pasti murid langsung unjuk rasa ke guru bilang kalau materi itu belom pernah diajarin dan beramai-ramai minta anulir. Dan yang paling enak kalo nilai gak sesuai standard ya tinggal remedial. Enak kan? Walaupun sekolah ulangan mulu, tapi hidup terlihat lebih damai dan sesuai alur (maklum jebolan penabur)

Kalau di kampus? Mau dateng atau gak juga gak ada yang peduli, mau dikelas melototin/bengong/tidur/ apapun lah gak ada yang peduli juga, bawa buku atau bawa diri itu bebas, mau bahan ulangan gak pernah diajarin atau udah tapi kita gak denger ya terima nasib aja, si dosen dengan mudahnya akan bilang itu adalah memproses critical thinking kalian (beuh pretttt, bhay anulir). Kalau dapet jelek? Ya terima nasib dan silahkan membayar uang SKS mengulang tahun depan.

Dari perbedaan diatas terlihat, kuliah lebih ‘enak dan santai’. Ya kan? Emang gw akuin kuliah lebih enak dan santai daripada sekolah yang monoton. Tapi begitu kita ‘kepeleset’ sedikit di kuliah, langsung jatoh sampai masuk ke pasir hisap. Begitu ada yang jelek, IP langsung membuka payungnya untuk terjun. Begitu kepeleset dan terhisap, masih ada harapan sebenarnya untuk bangun dan keluar dari pasir hisap. Yaitu berdoa dan berusaha. Tapi yaaaa ngomong emang enak dan gampang. Tapi begitu dijalankan dan terima hasilnya, bukannya bangkit, tapi makin terkubur. Nah loh?

Kenapa sih dari kalimat-kalimat diatas terdengar seperti membenci kuliah? Hmm gw gak benci kuliah. Tapi gw merasa gw tidak seharusnya di Food Technology atau Teknologi Pangan di salah satu perguruan tinggi swasta yang bayarannya mahal kalau kata orang.

Kenapa masuk Food Tech? Oke pertanyaan yang mostlydipertanyakan oleh semua orang di hidup gw yang gw kenal maupun tidak begitu kenal. Begini jawabannya, tapi sebelumnya let me tell you my story.

Once upon a time, bersekolah lah gw di penabur bintaro dengan mengambil jurusan IPA sejak kelas 11. Alasan mengambil IPA karena gw sangat tidak tahan dengan hapalan (kecuali biologi mau gak mau dipelajarin dengan nilai standard kampung), gw hanya suka hitungan. Karena kalau hitungan tinggal dimengerti 1 kali bisa mengerjakan ribuan bahkan jutaan soal. Waktu belajar juga singkat, tinggal perbanyak latihan. Sedangkan jika hapalan, 1 kalimat yang dihapal aja bisa dijadikan 1 atau 3 lebih pertanyaan dan rentan lupa. Gw suka mengantuk jika menghapal, kalau dibaca tidak mengantuk, dihapal jadi mengantuk, semua orang punya kelemahan, jadi sah-sah saja kalau gw lemah di hapalan. Itu mengapa gw tidak mengambil IPS. Beranjak kelas 12 dan sibuk ujian negara maupun ujian sekolah, gw juga sibuk memikirkan kuliah, jurusan apa untuk kehidupan kedepannya. Untungnya disekolah difasilitasi dengan edufair dimana banyak booth berisi anak marketing pihak kampus dari dalam dan luar negeri yang siap mempromosikan universitasnya. Di edufair ini gw mengambil banyak sekali brosur. Brosur yang menarik perhatian adalah:

1.       Dentistry – Maranatha Bandung

Alasan tertarik: karena dokter gigi menghasilkan banyak duit, sekali treatment per gigi aja berapa ratus ribu, siapa sih yang gak mau? (Emang ya kalo cuma karena tertarik dari duitnya doang emang gak pernah jadi)

Alasan pendukung: karena masuk jurusan ipa, biar ilmu ipa kepake

Alasan mundur: hapalan dan jauh di Bandung gak dikasih kost, nanti malah disuruh pulang pergi Ciputat-Bandung lagi hahaha

2.       Kedokteran – UPH Karawaci

Alasan tertarik: lagi-lagi karena banyak duitnya, dan kedokteran uph kerja sama dengan siloam jadi terlihat lebih keren

Alasan pendukung: karena masuk jurusan ipa dan biar ilmu ipa kepake dan juga mendukung usaha kuku(tante) yang seorang dokter kulit

Alasan mundur: hapalan, serem dan gak kuat liat darah, gw orang yang mudah merasa jijikan, takut, gak begitu tertarik juga sebenarnya

3.       Business Management – Prasetya Mulya BSD

Alasan tertarik: suka jualan, dan lagi-lagi merupakan toolsuntuk menghasilkan uang

Alasan pendukung: Jurusan segala umat yang terlihat enak dan santai

Alasan mundur: Ortu maunya yang ipa kepake, jadiii bhay business management, gak suka hapalan, basicnya ipa takutnya banyak gak ngertinya. Awalnya mikir bisnis ngapain belajar, tapi sekarang jadi kepengen

4.       Patisserie School – Le Cordon Bleu

Alasan tertarik: suka baking, pengen belajar cara membuat pastry kaya di 5-stars hotel.

Alasan pendukung: sekarang lagi trendjurusan ini, waktu yang dibutuhkan sebentar hanya 9 bulan dan menjanjikan

Alasan mundur: ortu gak kasih, secara sekolah masak gitu loh. Dibilang saya gak bisa masak sodara-sodara (sedih sekali). Dibilangnya mau jadi apaan emang? Kaya pembantu. Kalau mau belajar masak sama mama aja. (Untuk orang perhotelan atau yang berhubungan dengan ini tolong ampuni mama saya ya karena dia tidak tahu apa yang telah dia pikirkan dan ucapkan). Kejauhan sayang di Indo gak ada, ngekos di bandung aja gak boleh apalagi itu.


Padahal nomor 4, gw masih kepengen banget sampai sekarang. Tapi apa daya, jadilah 4 brosur itu gw acuhkan. Tapi yang nomor 4 masih suka nyolong-nyolong ngecek di websitenya dan ngarep dibolehin masuk sana. Yaaa terkuburlah itu impian. Tapi walaupun terkubur, gw masih kuat untuk bangkitin impian gw lagi. Kalau ada yang mau sponsorin saya ke nomor 4 saya tinggalin Food Tech saya sekarang loh (langsung packingnih detik ini juga hahahha)

Tibalah gw dan rombongan sekolah gw ngunjungin UPH yang lagi open house, tertarik sama lingkungannya yang bikin nyaman. Pulang dari UPH, diskusilah gw dengan Karunia A.S  tentang ngebingungin jurusan dan kampus apa yang mau diambil. Kebetulan brosur UPH lengkap dengan macem-macem jurusan dan penjelasan singkat. Di brosur itulah sebagai penentu jurusan gw sekarang (thanks to pembuat brosur uph, kau menjadikan itu sangat menarik). Di brosur itu gw coret atau gw silang jurusan yang gw gak tertarik. Dari sekian banyak jurusan yang tersedia di UPH, sisanya cuma Hospitality dan Food Technology yang gak ke coret. Dan begitu ortu gak ijinin Hospitality, maka yang tersisa hanya Food Technology. 

Apa ortu langsung setuju untuk masuk Food Tech? Oh jelas tidak. Ortu gw bilang itu jurusan gak jelas dan belom pernah denger sebelumnya. Itu mereka katakan di bulan Oktober 2011. Gw inget banget momen  dimana mereka setuju adalah waktu xinjia tahun 2012 sekitar bulan Januari atau Februari (berapa bulan lagi perkuliahan dimulai), setelah kionghi kionghi dan ngobrol-ngobrol, ternyata sodara jauh gw yang tinggal di sunter adalah anak Food Tech UPH, disitu mata nyokap and bokap gw terbuka akan jurusan Food Tech. Mungkin mereka berpikir oh ternyata ada orang yang kuliah gituan dan itu adalah orang yang mereka kenal. Disitu lah gw langsung dengan cepat mengurus administrasi kuliah di UPH. Gw gak tau kenapa dulu gw merengek masuk jurusan itu dan begonya gw gak survey apapun tentang food tech dan belajarin apa aja food tech itu. Gw masuk food tech cuma modal brosur. Dan yaa sekarang gw menyesal, seperti pepatah menyesal selalu datang belakangan.

Gw udah merasa gak mau Food Tech dan merasa salah jurusan sejak semester 1 naik ke semester 2. Disitu teman-teman UPH gw gak bisa ngomong apapun selain kata ‘sayang’. Sayang disini maksudnya bukan sayang sama gw (ya kalo beneran sayang ama gw ya boleh lah hahaha). Maksudnya sayang kalau mundur dari segi uang dan waktu yang udah terbuang selama semester kemarin ini. Sampai sekarang kata itu lah yang bikin gw masih bertahan di Food Tech dengan keadaan stuck dan stress. Sampai sekarang gw di semester 7, semua orang bilang pasti ‘sayang’ kalau gw mundur, ya iyalah udah sems 7 gitu lohh. Terus kapan dong gak ‘sayang’nya? Mending gw keluar dari dulu-dulu dan sesuai impian. Dan semua sudah telat hahaha.

Ortu gw bukan tipe pendengar anak yang baik, jadi jangan andelin curhat ke mereka. Gak ada jalan lain selain lanjutin. Yaudahlah jadi gw lebih banyak bergumul ke diri sendiri, sama Tuhan, sama teman, pacar, dan terakhir ke blog ini. Gw mikir emang pasti ‘sayang’ sih, tapi lebih ‘sayang’ lagi kalau gw lanjutin dengan keadaan stuck dan banyak mengulang, terus endingnya gak kepake. Kenapa gw gak mau pake? Karena gw gak suka, gak tertarik, gw menjalani nya hanya sebatas kejar lulus terserah lah dengan IP  berapa, yang pasti gw lepas dari ikatan ini.
  
Jadi yang akan gw dapat adalah hanya gelar, ucapan selamat, rambut rontok dan jerawat akibat stress (dan gw masih belom tahu apakah gw akan masih mau dan kuat berjuang sampai ke tahap itu atau gak). 

Mungkin yang baca dan gak tau posisi gw akan bilang ubah cara belajar dan sayang dikit lagi. Tapi gak semudah itu masbro dan mbaksis. Oke itu nice suggestion, mungkin gw akan ngomong gitu juga kalau ditanya saran, tapi seberapa yakin suggestiontadi bisa bikin gw mencapai target mendapat ‘gelar, ucapan selamat, rambut rontok dan jerawat’ tadi? 

Gw bukan gak suka kuliah. Gw suka dan bisa ikutin sistem kuliah kok. Suka juga dengan lingkungan dan teman kuliah, semua lancar dan baik. Buktinya adalah semua mata kuliah umum, gw laluin dengan nilai bagus rata-rata A dan B (cieee uhuy bukan mau sombong), tapi kenapa mata kuliah jurusan gw kenapa gak bisa secemerlang matkul umum?  

Nah disitu lah yang membuat gw berpikir gw gak cocok di jurusan ini. Tidak ada faktor lain. Cara belajar matkul umum dan matkul jurusan tentu sama dong. Hasil tapi yang berbeda menandakan kalau I don’t belong here(re: Food Tech). Jadi gw masih belom tahu kedepannya akan terjadi apa dan hasilnya seperti apa.Yang bisa gw lakuin sekarang cuma jalanin dan kasih usaha yang terbaik. Celotehan bawel dan stress gw akan gw coretkan di blog ini lagi. Wait for the updatesya.

creative wordpress theme

Taste
Price
Comfort

Comments (2)

  • Semangattt!!! ntar kalo udah lulus langsung tumpengan haha

     
    Reply
    • hikss kapan ya aku lulusssss

       
      Reply

Write a comment

error: Konten diproteksi!!