CULINARY Jakarta Japanese

RAMEN 38 SANPACHI MALL CENTRAL PARK

Setelah treatment untuk menghilangkan ‘rambut-rambut ditubuh yang tidak diinginkan’ di MUSEE Platinum Central Park (CP). Sayangnya MUSEE hanya ada di CP, yang mengharuskan gw setiap 2 bulan sekali ke CP. Untungnya ada Mr. V yang selalu menemani setiap kali gw ke CP.

Setelah treatment, kita langsung cari tempat makan siang yang oke karena kita belum makan dari pagi, jadi perut kita cukup berteriak minta diisi. Karena bingung mau makan apa, dan kebetulan Mr. V belum pernah cobain makan di Ramen 38. Karena itu gw bilang kalo Ramen 38 itu enak, dan harus coba. Ternyata dia mau coba, tumben banget kan, biasanya dia takut cobain resto baru karena takut gak enak.

Ramen 38 di CP mudah ditemukan, tepatnya di Lantai LG, gak jauh dari Maystar, malah sederetan dengan Maystar. Nuansa resto 38 yaitu merah, dan tempatnya memang tidak begitu besar, tapi lumayan menampung sekitar 50 orang pelanggan. Enaknya makan di Ramen 38 ini tempat nya nyaman, tempat duduk lega untuk makan sambil ngobrol-ngobrol. Jujur gw merasa males kalau makan di resto ramen lain seperti di Ikkudo karena tempat duduk berdempet-dempetan dengan pelanggan lain, pokoknya sempit banget.

Setelah menu di bolak-balik oleh gw dan mr. V, terpesanlah menu-menu yang menurut kita patut dicoba.

BUTA KAKUNI TONKOTSU (IDR 72,000)

Buta Kakuni Tonkotso
Buta Kakuni Tonkotso
Tekstur ramen
Tekstur Ramen

Nama resto nya aja Ramen 38 pastinya ramennya must try dongg. Ramen nya selalu gw pesen yang buta alias babi. Kalau yang gak mau babi bisa diganti ayam kok. Ramen ini dilengkapi dengan telor rebus yang kuningnya masih belum 100% matang, dengan beberapa lembar seaweed, dan ditaburi daun bawang. Kuahnya gurih asin, tapi untuk urusan kuah pemenangnya adalah Ikkudo . Tekstur ramen ini oke banget, kenyal dan tidak terlalu tipis atau tebal. Isi nya banyak banget sebanding denga harganya yang lumayan mahal dibanding resto ramen lain nya. Untuk Kakuni Tonkotso tidak ada pilihan ukuran Small atau Medium. Menu ini hanya ada 1 ukuran yaitu yang medium. Potongan daging babinya mantep banget, empuk, dan cocok dengan kuah ramennya.

GYUNIKU SOBORO DON (IDR 40,000)

20160207_123605 edited
Gyuniku Soboro Don

Mr. V lagi gak mood makan ramen, jadi gw sarankan lebih baik dia pesen don (nasi) nya. Akhirnya dia pesen Gyuniku Soboro Don yang isinya nasi putih dengan cincangan daging sapi dan ditaburi daun bawang. Terus ada juga dikasih sop di mangkok kecil warnanya coklat rasanya asin gurih lumayan buat nemenin makan Gyuniku Soboro Don biar gak terlalu kering. Dagingnya melimpah jadi jangan ketakutan nasi masih nyisa tapi daging sudah habis. Porsi nya banyak dengan harga IDR 40,000 pastinya termasuk affordable ya.

TORI KARA AGE (IDR 39,000)

Tori Kara Age
Tori Kara Age

Siapa yang gak tau chicken karaage? Daging ayam tanpa tulang dengan tepung bumbu andalan Ramen 38, menjadikan menu ini favorit kita. Renyah diluar, empuk di dalam. Disajikan dipiring dengan beralaskan beberapa lembar tissue untuk menyerap sisa-sisa minyak yang ada pada ayam nya. Didekat ayam kalau kalian lihat ada bubuk putih, itu adalah garam, lumayan dicocol-cocol garemnya biar ada sensasi asin.

Bagian Dalam Tori Kara Age
Bagian Dalam Tori Kara Age

Pas gigit pertama kali ayamnya super panas dan bikin mulut melepuh. Karena baru saja digoreng dengan metode deep fried. Bagian dalamnya super juicy banget, walaupun masih agak sedikit berminyak.

Untuk minum gw pesan Cold Green Tea (IDR 20,000; Refill) dan Mr. V pesan Mineral Water (IDR 6,000 ukuran kecil).

Apa akan re-visit? Tentu saja ini adalah tempat ramen yang menurut gw worth every penny dan masih banyak jenis ramen yang belum dicoba.

Grand total makan di Ramen 38? IDR 204,435 (incl. service charge 5%  dan tax 10%)

 

logo

creative wordpress theme

Taste
Price
Comfort

Write a comment

error: Konten diproteksi!!